Oemah Jamur

Oemah Jamur
Inovasi Budidaya Jamur Tiram Putih

Bisnis UKM

Bisnis UKM
Informasi Peluang Bisnis UKM di Indonesia

Pengusaha Muslim

Pengusaha Muslim
Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia

Pertanian Indonesia

Pertanian Indonesia
Informasi Seputar Pertanian Indonesia dapat didapatkan di Sini

Budidaya, Khasiat dan Peluang Usaha Cincau Hijau (Rambat)

Sabtu, 16 Oktober 2010

Hemm, ketika saya mendengar tanaman ini langsung teringat masa kecil ku,..lho kok bisa?? ketika saya kecil biasanya saya sering bermain bersama teman-teman ke hutan sambil main ketapel dan mencari cincau hijau, ya kayak si bolang gitu...Masyarakat kami mengenal cincau hijau dengan sebutan cao-cao,..

Di daerah kami cincau ini sangat mudah ditemukan, terutama di hutan, yang berdekatan dengan desa kami. Masyarakat di desa saya mayoritas petani dan para “penggarap” lahan pemerintahan. Mereka pergi pagi hari dan pulang pada sore hari, duh pasti cape ya?? Begitulah rutinitas masyarakat di desa saya. Disela-sela rutinitasnya terkadang mereka mencari cincau hijau sambil mencari kayu bakar di hutan.

Kalo kita melihat sejarah, ternyata cincau ini sudah dikenal oleh masyarakat kita, buktinya??? Buktinya nenek moyang kita sudah menggunakan tanaman ini sebagai ramuan obat untuk berbagai macam penyakit. Itulah kehebatan nenek moyang kita, tidak kalah dengan para dokter,..

Sebelum kita mengenal tanaman ini lebih jauh, alangkah baiknya kita ucapkan bismillah terlebih dahulu, semoga dengan membaca artikel ini kita semua mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat didunia maupun di akhirat. Sudah siap?? Oke!!!

Mengenal Tanaman Cincau Hijau

Cincau rambat (Cyclea barbata), sesuai dengan namanya merupakan tanaman berbatang lunak yang merambat dengan cara membelit. Batangnya berwarna hijau tua. Panjang batang bisa mencapai 4-5 m, untuk mencapai lokasi yang mendapat sinar matahari. Daunnya berbentuk jantung agak bulat, berwarna hijau tua dan dipenuhi bulu halus. Panjang dan lebar daun sekitar 10 cm. Ujung daun meruncing. Cincau rambat selalu berumah dua. Yakni bunga jantan dan betina berada pada dua tanaman yang berlainan. Bunga jantan maupun betina berupa dompolan pada malai kecil yang tumbuh menggantung dari bekas ketiak daun (ruas batang). Buahnya berupa beri yang juga membentuk dompolan dengan butiran lonjong ukuran 0,5 cm. Ketika muda, buah berwarna hijau dan menjadi putih kecokelatan ketika masak. Di dalam buah ini ada biji berwarna hitam yang bisa disemai.

Cincau rambat membentuk rimpang (umbi) di dalam tanah. Panjang umbi bisa sampai 50 cm. dengan diameter 2-3 cm. Warna kulit umbi cokelat cerah dengan bagian dalam keputihan. Dengan adanya umbi ini, tanaman cincau yang pada musim kemarau mengering seluruhnya, pada awal musim penghujan akan menumbuhkan tanaman baru. Hemm, ini yang menyebabkan dulu saya  bingung, tanamannya udah saya bedol (baca: cabut) habis, kok masih numbuh juga? Itu jawabannya.

Sumber: http://foragri.blogsome.com/ dengan judul artikel  “Industri Cincau Hijau Dan Cincau Hitam”

Manfaat Cincau Hijau

Menurut penelitian, cincau hijau memiliki khasiat mengendalikan penyakit darah tinggi. Zat-zat yang terkandung dalam cincau hijau dapat manfaatkan sebagai bahan pembuat obat-obatan, di samping digunakan sebagai minuman penyegar.

Tanaman yang bernama latin Cyclea barbata dan termasuk dalam suku sirawan-sirawanan (Menispermaceae) ini daunnya telah diteliti mengandung karbohidrat, polifenol, saponin, flavonoida dan lemak. Kalsium, fosfor, vitamin A dan B juga ditemukan dalam daun cincau hijau.

Penelitian khasiat cincau untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi pernah dilakukan di tahun 1966 oleh Prof. Dr. Sardjito, Dr. Rajiman dan Dr. Bambang Suwitho dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Pada penelitian itu pasien diberi daun cincau segar sebanyak 5 gram yang digerus dengan 150 cc air matang kemudian diperas. Air perasan itu diberikan kepada pasien untuk diminum dua kali sehari.

Uji coba itu dilakukan kepada pasien tekanan darah tinggi dengan usia di atas 40 tahun. Hasilnya pasien mengalami penurunan tekanan darah secara signifikan. Seorang pasien usia 70 tahun dan tekanan darahnya mencapai 215mm/120mm mengalami penurunan tekanan darah menjadi 160mm/100mm dalam satu bulan setelah mengkonsumsi cincau. Keluhan pusing, sering lelah dan jalan sempoyongan hilang dan berat badan turun.

Selain itu kandungan serat di dalam cincau juga tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Direktorat Gizi Departemen Kesehatan terhadap cincau mengungkapkan terdapat 6,23 gram per 100 gram kandungan serat kasar dalam gel cincau.

Ini berarti bila cincau dikonsumsi bersama dengan buah dan sayur mayur sehari-hari bisa memadai untuk memenuhi kebutuhan serat harian sebesar 30 gram sehingga bisa membantu memerangi penyakit degeneratif seperti jantung koroner. Sementara itu kalori yang terkandung di dalamnya adalah 122 kalori dan protein sebesar 6 gram.

Manfaat Lain Cincau Hijau : 

1. Panas Perut, Tekanan Darah Tinggi
Sediakan 20 helai daun cincau hijau lalu dicuci bersih. Remas-remas lalu beri 1 gelas air minum dingin lalu saring dengan kain. Tambahkan jeruk nipis sesuai selera. Biarkan di tempat dingin sampai menjadi agar-agar. Taruh di dalam gelas dan beri madu, atau sirup atau gula aren cair yang sudah dimasak dengan pandan lali diminum. 

2. Disentri
Buat ramuan seperti telah disebutkan pada nomor satu. Minum selama seminggu berturut-turut. 

3. Sariawan
Lakukan dengan ramuan seperti yang telah disebutkan pada nomor satu selama 5 – 7 hari berturut-turut. 

4. Bisul
Sediakan daun cincau hijau secukupnya. Cuci bersih kemudian dilumatkan dan ditempelkan ke bagian yang bernanah. Ini berkhasiat untuk mengeluarkan nanahnya. 

5. Demam
Ambil rimpang tanaman cincau, cuci bersih kemudian diiris halus. Rebus dengan air secukupnya. Minum ramuan tersebut setelah matang. Bisa juga rimpang tersebut diseduh dengan air panas secukupnya kemudian diminum.

Sumber: kompas.com @ Diyah Triarsari dengan judul artikel “Cincau Hijau Kendalikan Hipertensi”

Budidaya Cincau Hijau

Setelah kita ketahui bahwa cincau ini mempunyai rimpang (umbi) maka cara pembudidayaannya cukup mudah yaitu: rimpang cincau rambat diambil dari pohonnya kemudian dipotong-potong sepanjang 2 cm, kemudian ditanam dalam tanah, maka dalam waktu antara 2-3 bulan, potongan rimpang akan menghasilkan individu tanaman baru. Cincau rambat bisa ditanam dengan dirambatkan pada tanaman lain. Misalnya lamtoro atau gamal. Bisa pula dibuatkan para-para dan pagar sebagai rambatan. Arah pagar sebaiknya dari utara ke selatan agar distribusi sinar matahari bisa merata. Dari satu individu tanaman, daunnya bisa dipanen sebulan sekali. Mudah kan??

Sumber: http://foragri.blogsome.com/ dengan judul artikel  “Industri Cincau Hijau Dan Cincau Hitam”

Peluang Usaha Cincau Hijau

Secara sederhana proses pembuatan yaitu dengan meremas-remas daun cincau hijau, sambil sedikit demi sedikit diberi air. Air hasil remasan ini disaring dan ditampung dalam wadah. Ampas dibuang dan air remasan daun yang berwarna hijau gelap itu didiamkan dalam wadah sekitar 1-2 jam sampai menggumpal membentuk agar-agar. Sambil menunggu mengerasnya cincau, kita bisa menyiapkan santan dengan gula merah. Caranya dibuat santan kental yang kemudian direbus bersamaan dengan gula merah. Karena kualitas gula merah yang dijual di pasaran sangat jelek, sebaiknya gula merah itu diiris halus kemudian direbus terlebih dahulu dengan air biasa. Setelah seluruh gula larut, air gula itu disaring untuk membuang kotoran yang terikut dalam gula merah. Baru kemudian cairan gula itu disatukan dengan santan untuk direbus ulang. Cincau hijau yang telah mengeras bisa langsung disendok sedikit demi sedikit, dicampur santan bergula dengan es dan langsung bisa dinikmati. Hemm, kok  jadi ingat masakannya emak...

Sumber: http://foragri.blogsome.com/ dengan judul artikel  “Industri Cincau Hijau Dan Cincau Hitam”

Setelah kita mengetahui cara pembuatan cincau hijau yang sangat mudah mari kita bahas hal yang lebih penting, yaitu peluang usaha cinjau hijau. Apakah cincau ini bisa dijadikan usaha?? Hemm, bisa!!! Mari kita simak:

Banyak orang yang mengatakan bahwa cincau rambat aroma (rasa) cincaunya lebih lezat dan harum dibanding cincau perdu (tumbuhan perdu, daunnya halus dan licin) dan cincau hitam. Tapi kok, kita jarang menemukan cincau rambat dipasaran ya?? Jabawannya adalah karena produktivitas cincau perdu dan cincau hitam lebih tinggi dibanding cincau rambat. Itulah sebabnya tukang cincau selalu mengandalkan bahan dari tanaman cincau perdu dan cincau hitam, dan juga cincau rambat lebih banyak dibudidayakan secara terbatas untuk dikonsumsi di rumahtangga, terutama sebagai bahan obat tradisional. Budidaya cincau rambat juga masih sangat terbatas ini disebabkan oleh konsumen cincau rambat yang juga terbatas, tidak seluas konsumen cincau hijau dan cincau hitam. Namun demikian, cincau rambat masih memiliki peluang usaha yang cukup besar. Mari kita simak pembahasan selanjutnya.

Setelah kita mengetahui masalah yang dihadapi oleh seseorang yang mau usaha cincau rambat ini, maka saya akan mencoba memecahkan masalah tesebut dan menjadikan seseorang yang mau bisnis cincau rambat ini tidak ragu-ragu dalam melangkah.

Solusi yang ditawarkan adalah:
1. Memaksimalkan jumlah produksi tanaman cincau rambat, sehingga “tukang cincau” tidak hanya mengandalkan cincau perlu dan cincau hitam, melainkan cincau rambat juga.
2. Keterbatasan pemasaran cincau rambat dikarenakan konsumen cincau rambat ini masih terbatas, hal ini dikarenakan jumlah produk produsksinya yang terbatas, juga masyarakat lebih mudah menemukan cincau perdu dan cincau hitam dipasaran dibandingkan dengan cincau hijau, sehingga perlu pemasaran yang efektif guna memasarkan cincau rambat ini.
3. Perlu diingat, bahwa cincau rambat ini lebih disukai konsumen daripada cincau perdu dan cincau hitam, sehingga peluang pasar masih terbuka lebar.

Setelah semua hal tersebut tercapai, Insya Alloh usaha cincau rambat ini akan berjalan dengan baik, sehingga kita akan menemukan peluang pasar yang lebih besar. Amien

Alhamdulilah, selesai juga pembahasannya, semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat bagi para pembaca. Ada ungkapan yang menarik yang berbunyi Hidup tanpa ilmu adalah kebodohan, sedangkan ilmu tanpa amal adalah kesia-siaan”.

Terimakasih dan semoga  bermanfaat.

Ditulis pada tanggal  16 Oktober 2010, pukul 06.00 – 09.30 WIB, guna mengisi waktu kosong kuliah Metode dan Komunikasi Ilmiah (metil) yang diampu oleh Dr. Ir. Wilujeng Trisasiwi, MP. Ketua Jurusan Teknologi Petanian. Unsoed.

22 komentar:

Aniss mengatakan...

Salam kenal, artikelnya sangat bermanfaat, tetep semangat menyebarkan informasi seputar pertanian ya...

22 Oktober 2010 22.08
Admin mengatakan...

Oke

22 Oktober 2010 22.59
taman tiin mengatakan...

Ass Wr Wb,
Kami sangat tertarik dengan Budidaya Cincau Hijau Rambat sebagaimana ibu sampaikan, bagaimana cara kami memperoleh bibitnya, dan berapa harganya, kami tinggal di Gresik, Jawa Timur

Wass,-
Didik Widyantoro,-

17 Maret 2011 12.43
Admin mengatakan...

Wa'alaikumsalam Wr Wb,

Setahu saya belum ada yang menjual bibit jenis ini. Pengalaman saya, untuk percari bibit cincau ini tidak sulit, hampir di hutan atau di lahan pertanian ada. Biasanya tanaman ini tumbuh liar di daerah tersebut.

Untuk 1 pohon (rimpang) bisa menjadi sekitar 4-5 bibit..

Semoga bermanfaat..

29 Maret 2011 08.59
nengatik mengatakan...

Ass Wr Wb,
artikel yang menarik
minta izin mau di copy

wassalam

bunda labib

22 Mei 2011 08.39
Khoirul Huda mengatakan...

Wa'alaikumsalam,

Silahkan bun, semoga bermanfaat..

16 September 2011 16.45
Amdani mengatakan...

Terima kasih, info yang sangat bermanfaat.
Kebetulan lagi cari2 info ini.

Salam,
Amdani

17 Februari 2012 16.48
handycrafthasillaut.blogspot.com mengatakan...

Buat rekan2 yang jual cincau hijau baik sudah jadi ataupun masih berupa daun bisa menghubungi saya di :dwiyantokuncoro@yahoo.com
saya mau merintis jualan es cincau hijau berlokasi di surabaya.
terima kasih

29 Februari 2012 15.51
Anonim mengatakan...

saya beberapa kali membuat jeli cincau hijau dengan cara meremas-remas seperti yang dijelaskan di atas. cara ini ternyata cukup melelahkan dan membuat jari-jari tangan menjadi pegal.kalau dalam skala besar untuk dijadikan usaha, tangan kita bisa kram dong. Adakah cara lain yang lebih praktis?

26 Maret 2012 12.20
Anonim mengatakan...

pke blander kn bisa om,
jd g susah

25 Agustus 2012 12.07
Soepermen si "Super Hero" mengatakan...

Mo tanya nih mas.., sy punya pohon cincau rambat dan ingin memperbanyak tapi gak tau caranya. Nah itu umbinya biasanya ada pada kedalaman berapa? Pohon umur berapa yg sudah keluar umbinya?

Terima kasih.

14 September 2012 15.05
Anonim mengatakan...

Saya sampai kebawa mimpi setelah membaca artikel ini..sy sudah mantap untuk usaha cincau rambat ini dan saya pernah membuka kedai cincau dirumah saya karena sayapunya pohonnya dibelakang rumah..tp usaha ini terpaksa harus berhenti karena keterbatasan stok daun cincau rambat..padahal animo konsumen sangat tinggi..sampai-sampai mereka kecewa dgn tutupnya kedai cincau saya..
Mohon diberi saran..saya tinggal di bekasi
Terima kasih

30 September 2012 17.08
yadi aday mengatakan...

dari kecil waktu saya di Palembang saya sangat menyukai cincau rambat ini karena rasanya yang khas, tapi sayang nya ketika saya pindah di medan, saya tidak pernah menemukan tumbuhan ini lagi, say bebrapa kai broadcast BBM ataupun cari2 tahu, tapi belum ada hasil.. nah kira2 saya bisa dapat bibtnya gimana ya ? trima kasih artikelnya menarik

21 Mei 2013 14.33
yadi aday mengatakan...

oh ya untuk informasi bisa bantu email ke untuk.aday@gmail.com terima kasih semua

21 Mei 2013 14.35
Anonim mengatakan...

YANG BUTUH DAUN DAN BIBIT CINCAO SILAKAN HUBUNGI KAMI chasiapro@gmail.com atau 082136712513 Trims Prabowo Jogja

1 Juni 2013 12.12
Anonim mengatakan...

Tolong yang bisa bantu untuk info jual daun cincau ijo di surabaya, berapa hrgnya?,Ongkir brp? Min Kirim brp? Cara Bayar bagaimana? kirim via apa? email saya antoniuslimanprawita2011@yahoo.com Terima Kasih atas bantuan nya.

20 Juni 2013 14.57
Khoirul Huda mengatakan...

# Soepermen

Pada kedalaman kurang lebih 10-40 cm, bahkan bisa lebih tergantung umur dan kondisi tanah dimana tananam cincau rambat ini tumbuh.

Selain dengan rimpang, bisa juga dengan biji. Biji yang sudah tua warnanya putih,dan bisa langsung ditebar di polibag atau langsung di lahan.

Semoga bermanfaat.

2 Juli 2013 11.08
jhongigi mengatakan...

sangat menarik.....

4 September 2013 08.50
khafid zaenisofyan mengatakan...

Rimpang ( umbi) itu ap?
Sy sdh pny phn cincau rambt, mau sy perbyk, tp sy blm tau cr y
Tlg dunx yg tau cara y, mhon info
Thanks

18 Maret 2014 17.33
liseum mengatakan...

Yang butuh bibit cincao hijau bisa hubungi kami chasiapro@gmail.com atau 082136712513 @Trims Prabowo JOgja

17 Juni 2014 10.17
Anonim mengatakan...

bagaimana taunya pohon cincau rambat saya sudah ada rimpangnya ?
apa kah dengan menbongkar akaar pohn tidak menyebabkan pohon mati ?
pohon sering kena kutu putih2 dan bintik2 coklat dan banyak semut merah, bagaimana mengatasinya ?
rimpang sering menjadi busuk dan kering, dan pohon menjadi mati, apa penyebabnya ?
mohon penjelasannya , tq

15 September 2014 23.47
budi21 mengatakan...

mohon informasi dimana saya bisa mendapatkan daun cincau hijau (rambat), berbulu dgn kualitas bagus ? Kebutuhan tiap hari rata-2 3kg. Bisa menghubungi saya di 081938193979. thks

19 September 2014 14.06

Poskan Komentar

 

2009 ·Hudamagazine by TNB